OBAT DIABETES (KENCING MANIS)

APOTEK

Kalau kita googling obat hipertensi yang ampuh,  halaman pertama Google diisi oleh situs-situs komersial berisi iklan. Sebetulnya produk-produk ini kategorinya jamu yang tidak berbahaya. Yang bahaya adalah jika jamu-jamu ini mengalihkan perhatian kita dari pedoman umum pengobatan diabetes.

Sebelum membahas obat diabetes, kita perlu tahu dulu beberapa pedoman umumnya:

Pasal 1: Diabetes belum bisa disembuhkan.

Ini adalah pasal pertama dan utama. Semua pasal berikutnya hanya penjelasan dari pasal ini. Banyak sekali penderita diabetes tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Mereka yakin, diabetes bisa disembuhkan sehingga mereka tak henti-hentinya mencoba aneka obat tradisional ini dan itu. Argumen mereka, “Tuhan tidak menciptakan penyakit kecuali ada obatnya. Kalau diabetes tidak ada obatnya, berarti Tuhan bohong, dong?”

Ini lebih tepatnya bukan soal janji Tuhan melainkan masalah pengetahuan manusia yang terbatas. Suatu saat nanti mungkin saja diabetes bisa disembuhkan. Tapi sampai hari ini belum ditemukan satu pun obat yang bisa menyembuhkan diabetes.

Dulu, sebelum antibiotik ditemukan, penyakit tipes saja bisa mematikan. Tapi sejak ditemukannya antibiotik, tipes menjadi penyakit yang gampang disembuhkan. Jadi, sekali lagi, ini bukan soal janji Tuhan, melainkan cuma soal manusia yang belum tahu obatnya.

Tak usah sibuk googling “obat diabetes paling ampuh”. Kalau sejak awal kita bisa menerima kenyataan pahit ini, kita tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang tidak berguna, mencari-cari obat yang tidak ada. Dengan begitu kita bisa fokus ke pedoman pasal 2

Pasal 2: Diabetes bisa dikendalikan dengan baik.

Ini kabar baiknya. Walaupun tidak bisa disembuhkan, diabetes bisa dikendalikan sehingga penderitanya bisa sehat walafiat sampai lanjut usia. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup yang disiplin, dimbangi dengan minum obat dokter. Urutannya harus begitu. Pola hidup disiplin dulu, baru minum obat. Tidak boleh dibalik.

Pola hidup punya andil 80%. Sementara obat andilnya hanya 20%. Dengan mengetahui porsi keduanya, kita bisa fokus. Tak perlu menghabiskan energi untuk mencari aneka macam pengobatan alternatif yang ujungnya hanya sia-sia saja. Sebab obat diabetes ada di meja makan kita. Tak jauh-jauh.

Pasal 3: Obat diabetes harus diminum seumur hidup.

Karena diabetes tidak bisa disembuhkan, maka obatnya harus diminum seumur hidup. Apakah tidak bahaya minum obat seumur hidup? Tentu berisiko tapi ini adalah pilihan terbaik. Minum obat terus-terusan tentu menimbulkan efek samping. Tapi kalau tidak minum, maka gula darah tidak terkontrol, pasien justru akan cepat mengalami komplikasi seperti penyakit ginjal dan jantung.

Ilmu kedokteran selalu didasarkan pada pertimbangan antara manfaat dan mudarat. Semua obat ada manfaatnya, juga ada efek sampingnya. Tinggal ditimbang saja, mana yang lebih besar.

Pasal 4: Semua obat diabetes adalah obat keras.

Semua obat diabetes harus diminum terus-menerus. Agar efek sampingnya minimal, maka dosisnya harus pas. Benar-benar pas. Kalau dosisnya meleset, itu berarti kita meleset setiap hari, seumur hidup. Efek buruknya memang tidak seketika kelihatan, tapi mungkin baru akan kita rasakan beberapa tahun kemudian.

Yang bisa menentukan dosisnya hanya dokter, berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Mungkin saja seteleh pasien minum obat sekian bulan, dosisnya perlu diubah. Atau, obatnya perlu diganti. Itu sebabnya pasien sebaiknya tidak membeli sendiri obat diabetes tanpa konsultasi ke dokter.

Pasal 5: Obat tradisional bisa sangat berguna.

Diabetes memang belum bisa disembuhkan. Tapi kita tetap boleh mencoba obat tradisional, terutama obat herbal. Tentu saja kita jangan berharap diabetes bisa sembuh total. Harapan yang terlalu tinggi hanya akan menyebabkan terlalu kecewa. Jangan mudah percaya obat tradisional yang diklaim bisa menyembuhkan total diabetes.

Menyembuhkan dan mengendalikan gula darah itu beda. Obat-obatan hanya mengendalikan kadar gula darah. Para penjual obat herbal biasanya memamerkan testimoni orang yang berhasil sembuh. Jangan mudah percaya. Mereka hanya berhasil mengendalikan gula darah.

Obat herbal sudah terbukti bisa mengendalikan kadar gula darah dan mengurangi tingkat keparahan diabetes. Setelah minum obat herbal, mungkin dosis obat dari dokter perlu dikurangi. Kalau keduanya diminum bersamaan, bisa jadi kadar gula darah terlalu rendah. Jadi, walaupun obat tradisional boleh dibeli bebas, kita harus tetap memberitahukannya kepada dokter. Paling aman, selama minum obat tradisional, selalu amati efeknya. Pantau terus kadar gula darah.

Lima pasal di atas adalah pedoman dasar. Selebihnya hanya urusan meja makan. Urusan minum obat itu gampang. Yang lebih sulit adalah urusan makan.

Bagaimana pola makan yang baik bagi penderita diabetes agar penyakitnya tidak kambuh? Ilmu gizi zaman sekarang cenderung rumit buat orang awam. Lihat saja istilah-istilah seperti indeks glikemik, karbohidrat kompleks, karbohidrat sederhana, lemak jenuh, lemak tak jenuh. Agar mudah, kita pakai saja kearifan makan orang tua zaman dulu.

  • Makan secukupnya

Makan saat lapar. Makan pelan-pelan. Berhenti makan kalau sudah tidak lapar. Tak apa-apa makan sehari lebih dari tiga kali asal sedikit-sedikit. Lapar adalah indikator alami bahwa kadar gula darah kita rendah. Tapi selama ini indikator alami tersebut jarang aktif karena kita jarang lapar. Sehari-hari kita makan, makan, makan, dan makan.

  • Makan makanan alami

Makanan zaman sekarang cenderung neka-neka. Makan jagung saja harus ditambah susu, gula, dan keju jadi jasuke. Makanan paling sehat adalah makanan yang pengolahannya paling minim. Jagung direbus. Kacang disangrai. Buah dimakan langsung. Susu diminum begitu saja. Ikan dipepes.

Obat Diabetes

Setelah urusan meja makan selesai, barulah kita bahas soal obat. Karena obat diabetes adalah obat resep, kita percayakan saja kepada dokter.

Obat diabetes ada yang murah, ada pula yang mahal. Yang mahal tidak otomatis lebih bagus. Kita tidak perlu meminta obat yang mahal. Karena, sekali lagi, pengendalian gula darah paling baik adalah lewat makanan, bukan lewat obat. Contoh obat:

  • Metformin

Ini obat diabetes generasi jadul, harganya murah, dan masih efektif. Kadang digabung dengan obat diabetes generasi baru. Mereknya banyak sekali, contohnya Glucophage.

Berapa dosisnya? Ini urusan dokter. Jika dokter memberi obat dengan merek yang diakhiri XR (extended release), itu berarti obat tersebut diberi lapisan khusus supaya bisa diminum satu kali saja sehari. Lapisan ini tidak boleh diganggu. Obat tidak boleh dipotong.

Efek samping Metformin jangka panjang adalah menyebabkan kekurangan vitamin B12 (vitamin yang penting buat saraf). Gejalanya, sering kesemutan, sering lupa. Efek samping ini bisa diatasi dengan minum suplemen vitamin B12. Walaupun suplemen ini bisa dibeli bebas, tetap konsultasikan ke dokter.

  • Glibenclamid, glipizid, gliclazid, glimepirid

Empat obat ini satu keluarga. Efek sampingnya antara lain berat badan naik dan gula darah turun secara drastis. Gejalanya, badan gemetar dan terasa lapar. Karena itu penggunaannya harus benar-benar sesuai petunjuk dokter. Untuk jaga-jaga, pasien ke mana-mana bisa membawa makanan siap santap, seperti pisang, kurma, kentang rebus, ubi rebus.

Selain obat di atas, masih ada beberapa jenis lagi obat diabetes. Ini sepenuhnya wilayah dokter. Intinya, obat diabetes ada bermacam-macam. Walaupun semua masuk wilayah dokter, pasien harus bertanya tentang efek samping jangka panjangnya karena semua obat diabetes harus diminum seumur hidup.

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Leave a Reply