Sego Muduk, Nasi Punar Khas Desa Sendang Paciran

KULINER

Kalau Anda kebetulan sedang berkunjung ke Desa Sendangagung atau Sendang Duwur Kecamatan Paciran, Anda bisa mencoba makanan khas Sendang, yaitu sego muduk. Sego muduk ini sejenis nasi uduk atau nasi punar tapi dengan bumbu yang lebih banyak.

Tampilannya mirip nasi kuning karena sama-sama menggunakan santan dan bumbu kunyit. Tapi warna nasi muduk tidak kuning cerah seperti nasi punar melainkan kuning agak gelap karena bumbunya lebih banyak.

Perbedaan lain, sego muduk ini hanya pakai beras. Tidak ditambah ketan seperti umumnya nasi kuning. Biasanya dihidangkan dengan sambal bawang, bukan sambal kelapa sebagaimana umumnya nasi kuning.

Di Sendang, nasi muduk biasa dihidangkan di acara-acara mulai dari hajatan, festival budaya, sampai peringatan keagamaan. Warung yang menjual nasi muduk juga mudah dijumpai.

Sebetulnya nasi muduk saja rasanya sudah enak. Sebab sudah bersantan dan berbumbu. Tapi biasanya nasi ini dihidangkan dengan lauk-pauk seperti ikan layang goreng, tumis cumi, dadar, bakwan, atau lainnya. Bahkan di kalangan warga setempat, nasi ini kadang ditambah sambal pecel sehingga rasanya gurih dan pedas.

Warung Sego Muduk

Salah satu penjual nasi uduk yang buka siang hari dan cukup banyak direkomendasikan warga setempat adalah Warung Mbak Tun. Google Maps klik di sini. Warung ini bisa Anda kunjungi setelah berkunjung ke Tebing Cafe, atau kolam renang Acasha, atau Masjid Sendang Duwur, atau gerai batik Sendang

Perlu diketahui, Desa Sendang Duwur ini lokasinya ada di atas bukit. Jadi jalanannya curam. Kalau Anda ke sini naik sepeda motor, sebaiknya gunakan sepeda motor yang kuat buat naik tanjakan. Kalau kita salah belok, kita harus kembali lewat tanjakan.

Lokasi warung Mbak Tun paling gampang dijangkau lewat gebang Desa Sendang Duwur. Kita bisa menyusuri gang kecil ke arah timur (kiri) yang letaknya persis sebelum gerbang.

Warung Mbak Tun ini sekilas tampak seperti toko kelontong karena memang yang dijual bukan hanya sego muduk tapi juga jajanan dan minuman sasetan. 

Saat kita pesan nasi muduk, Mbak Tun akan bertanya, apakah nasinya diberi sambal pecel. Saran kami: tidak usah ditambah sambal pecel. Pertanyaan ini mungkin terasa aneh. Nasi kuning kok dicampur pecel. Ini memang tradisi warga Sendang. Mereka biasa menikmati sego muduk dengan sambal pecel.

Tapi buat kita, orang kebanyakan, kombinasi ini menyebabkan rasa sego muduk menjadi terlalu kuat. Sego muduk sudah gurih dan pedas karena mengandung santan, banyak rempah, dan sambal bawang. Kalau masih ditambah dengan sambal pecel yang pedas dan berlemak (kacang), maka rasa akhir sego muduk menjadi agak enek.

Resep Sego Muduk

Bumbu sego muduk mirip dengan nasi kuning. Minyaknya berasal dari santan, bukan kemiri. Kuningnya berasal dari kunyit. Bedanya, bumbu rempah sego muduk lebih beraneka ragam dibanding nasi kuning. Selain bawang merah dan bawang putih, ada merica, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas, kencur, daun jeruk, daun serai, daun salam, dan mesoyi. Mesoyi biasanya digunakan untuk bumbu rawon atau rendang.

Sambalnya dibuat dari tumisan bawang merah, bawang putih, cabai, dan bawang daun. 

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Leave a Reply