OBAT TELINGA

APOTEK

Obat telinga mirip dengan obat mata. Kalau kita googling berdasarkan gejala, hasilnya bisa menyesatkan. Liang telinga juga organ yang sensitif dan sulit dijangkau. Salah sedikit bisa memperburuk keadaan. 

Contoh paling jelas adalah kebiasaan kita mengorek telinga sampai menyebabkan infeksi. Ini benar-benar pekerjaan orang gabut. Liang telinga adalah daerah terlarang. Tidak boleh dikorek-korek, baik itu dengan kelingking, cotton bud, maupun alat pengorek, tak peduli alatnya buatan Cina, Korea, atau Jepang.

Mengorek telinga itu seperti mengorek hidung. Tidak ada manfaatnya, banyak mudaratnya. Seandainya kita seumur hidup tidak ngupil, apakah akan ada masalah? Sama sekali tidak ada. Upil akan jatuh sendiri tanpa kita sadari. Kalau jari kita masuk ke liang hidung, justru itu bisa menyebabkan infeksi.

Begitu pula tahi kuping. Seumur hidup kita tidak perlu mengorek telinga. Tanpa kita sadari, ketika kita mengunyah makanan, gerakan rahang akan secara sedikit demi sedikit mendorong tahi kuping keluar. Kita cukup membersihkan bagian luar lubang telinga saja. Tidak perlu memasukkan apa-apa ke dalam liangnya. 

Bagaimana kalau telinga banyak tahinya? Lebih baik gunakan saja obat tetes pembersih telinga. Ini lebih aman daripada mengorek telinga.

Pembersih telinga

Tahi telinga isinya lemak. Agar larut, kita bisa menggunakan minyak. Tidak harus obat apotek. Kita bisa menggunakan baby oil atau minyak zaitun. Cukup diteteskan begitu saja. Cukup dua tetes saja. Setelah ditetesi, tidak perlu dikorek. Tiap kali rahang kita bergerak, tahi kuping yang sudah encer ini akan didorong keluar. 

Kalau tahi kupingnya keras dan banyak, kita bisa menggunakan obat apotek, misalnya merek Vital atau Forumen. Obat ini bisa dibeli tanpa resep. Vital berisi minyak. Forumen berisi dokusat. Sama-sama untuk melunakkan tahi kuping. 

Kalau tahi kuping sampai menutup liang telinga dan mengganggu pendengaran, segera ke dokter. Percuma kita korek. Ini justru bisa membuat tahi telinga masuk ke dalam dan menjadi lebih padat. 

Obat untuk infeksi, radang, dan nyeri

Kalau sampai terjadi infeksi, sakit telinga biasanya disertai dengan nyeri dan keluarnya cairan mirip nanah (congek). Untuk kasus seperti ini obat golongan pertama di atas tidak bisa mengatasi. Perlu antibiotik. Tapi obat ini bukan obat bebas. Harus konsultasi ke dokter. Antibiotik yang biasa dipakai di tetes telinga misalnya kloramfenikol, neomisin, ofloxacin.

Antibiotik ini kadang dikombinasikan dengan antiradang, misanya hidrokortison dan fludrokortison. Kadang dikombinasikan dengan pemati rasa untuk menghilangkan nyerinya, misalnya lidocain dan benzocain. Contoh merek kategori ini: Tarivid Otic, Erlamycetin, Reco, Ramicort, Otozambon, Otopraf, Otopain, Otolin,  Nelicort, Erphacort, Colme, Akilen. 

Cara mencegah sakit telinga

Infeksi telinga bisa berasal dari luar telinga, bisa juga berasal dari hidung dan tenggorokan. Sebab ada terowongan yang menghubungkan antara telinga dan hidung-tenggorokan. Jadi, kuman bisa menyerang telinga dari lubang hidung. Bahkan flu pun bisa menularkan infeksi virus ke telinga. 

Maka pencegahan harus dilakukan dari luar telinga maupun dalam telinga. Selain tidak mengorek telinga, kita juga harus mencegah sakit infeksi di saluran nafas. 

Sakit telinga juga sering terjadi pada anak-anak yang minum susu pakai dot. Sebab biasanya mereka ngedot sambil tiduran. Susu bisa masuk ke terowongan yang menghubungkan telinga dan hidung. Bisa menyebabkan infeksi. Untuk mencegahnya, usahakan kalau sedang ngedot, posisi anak tegak supaya susu langsung turun ke perut.

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Leave a Reply