pantai klayar kemantren

Seri Pantai di Lamongan (3): Pantai Klayar vs Pantai Kutang

ALAM, BERMAIN, WISATA

Di pesisir Lamongan, Pantai yang paling terkenal sejauh ini adalah Pantai Kutang di Desa Labuhan Kecamatan Brondong. Tapi sebetulnya ada pantai lain yang aslinya tidak kalah indah daripada Pantai Kutang, yakni Pantai Klayar di Paciran. Hanya saja Pantai Klayar atau Pantai Putri Klayar ini belum dikelola dengan baik sebagai tujuan wisata. Kalau Anda hendak berwisata pantai ke pesisir Lamongan, Anda bisa memasukkan Pantai Klayar ini sebagai alternatif Pantai Kutang. 

Keindahan Alam

Kalau Anda cuma melihat gambar kedua pantai ini di internet, maka Anda akan lebih mudah jatuh cinta ke Pantai Kutang. Sebab di sini ada banyak tempat untuk berfoto cantik. Mulai dari Jembatan Kutang sepanjang 450 meter yang membentang di atas air, Gazebo Cinta di sepanjang Jembatan Kutang, pantai landai yang berpasir dan bisa menjadi tempat bermain anak-anak, serta ayunan di atas air.

Pantai Kutang memang sudah didesain sebagai tujuan wisata. Bagian paling panjang dari pantai ini berupa mangrove (hutan bakau). Panjangnya beberapa kilometer. Bagian pantai yang berpasir halus sebetulnya hanya beberapa puluh meter. Hutan bakau ini praktis tidak bisa dinikmati pengunjung karena tidak ada akses jalannya. 

Pemerintah Desa kemudian membangun jembatan dari kayu sepanjang hampir setengah kilometer di atas air. Dari jembatan di laut ini, pengunjung bisa menikmati hutan bakau di pantai. Jembatan ini juga berfungsi sebagai jalan menuju bagian pantai yang berpasir putih. Tanpa jembatan buatan ini, Pantai Kutang sulit dinikmati oleh wisatawan.

Pantai Klayar sebetulnya juga mirip dengan Pantai Kutang. Di sini ada hutan bakau dan pantai berpasir putih. Bahkan, bagian garis pantai yang berpasir putih ini lebih panjang daripada di Pantai Kutang. Bisa digunakan sebagai arena balapan lari dengan anak-anak. Ini kelebihan Pantai Klayar dibanding Pantai Kutang.

Kelebihan lain, pantai pasir putih ini mudah dijangkau pengunjung. Tidak perlu harus melewati jembatan di laut lebih dulu. 

Tiket dan Fasilitas Wisata

Dalam hal fasilitas, Pantai Kutang jauh lebih baik daripada Pantai Klayar karena memang Pantai Kutang sudah dirancang sebagai tempat wisata. Tempat parkirnya luas, baik parkir mobil ataupun sepeda motor. Ada banyak penjual makanan dan minuman, baik di dalam tempat wisata maupun di dekat tempat parkir. Ada mushola, juga ada kamar mandi berbayar Rp 2 ribu di bagian pantai yang berpasir. Sehingga pengunjung yang selesai nyebur ke air laut bisa mandi dulu sebelum pulang.

Di bagian pantai yang berpasir ada banyak gazebo untuk duduk-duduk. Cocok buat pengunjung sekeluarga. Dari gazebo ini emak-emak bisa mengawasi anak-anak bermain pasir atau nyebur ke dalam air.

Di Pantai Klayar, fasilitas wisata masih sangat minim karena memang belum dirancang sebagai tempat wisata. Belum ada tempat khusus parkir. Memang sepeda motor bisa diparkir di dekat pantai. Tapi pengunjung yang datang dengan mobil masih akan kesulitan mencari tempat parkir.

Di sini hanya ada beberapa warung kecil penjual makanan dan minuman. Yang paling merepotkan, di sini belum ada toilet dan kamar mandi. Kalau sekadar badan kotor mungkin masih bisa mandi di rumah. Kebelet pipis mungkin bisa kencing di dalam air laut. Tapi kalau kebelet ngising, urusannya bisa celaka.

Tapi ini semua wajar karena memang Pantai Klayar bukan tempat wisata resmi. Tidak ada tiket masuknya. Sementara Pantai Kutang memang tempat wisata resmi. Tiket masuknya Rp5.000 per orang.

Akses Menuju Lokasi

Dua pantai ini beda kecamatan. Pantai Kutang di Desa Labuhan Kecamatan Brondong, pesisir barat. Sementara Pantai Klayar ada di Desa Klayar Kecamatan Paciran, pesisir bagian timur. Jaraknya cukup jauh. 

Kalau Anda datang dari arah Tuban atau arah Pucuk-Laren-Blimbing, lebih gampang datang ke Pantai Kutang. Jaraknya lebih dekat. Tapi kalau Anda datang dari arah Gresik atau Sukodadi-Karanggeneng-Drajat, lebih gampang datang ke Pantai Klayar. Jaraknya lebih dekat. 

Dari jalan Daendels, dua pantai ini jaraknya kira-kira sama. Sekitar 2 km. Anda yang mau berkemah di alam bisa datang ke dua pantai ini dengan naik angkutan umum. Dari Terminal Osowilangun Surabaya, Anda bisa naik bis mini warna hijau jurusan Tanjung Kodok, turun di Desa Klayar, lalu jalan kaki. 

Kalau mau ke Pantai Kutang, dari Tuban, Anda bisa naik angkutan L 300 dari Pasar Tuban ke arah Blimbing, turun di pertigaan menuju Desa Labuhan. Dari sini Anda bisa naik dokar menuju Desa Labuhan.

Pantai Putri Klayar, Google Maps klik di sini.

Pantai Kutang, Google Maps klik disini.

Pantai Kutang jauh dari mana-mana. Tapi Pantai Klayar lebih dekat ke tempat-tempat wisata di pesisir Lamongan. 

Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Goa Maharani dan Kebun Binatang Maharani (Mazola)

Makam Sunan Drajat

Masjid Sendang Dhuwur

Kafe Aola

Kafe Tebing

Tempat Berkemah

Jika yang Anda butuhkan adalah pantai untuk tempat acara siswa atau berkemah, maka Pantai Klayar lebih tepat. Di sini ada lokasi berpasir halus, tebat di belakang barisan bakau, persis di bibir pantai. Tempat ini bisa muat sampai belasan tenda. Bisa digunakan untuk berkemah ramai-ramai atau sendirian. Bakau bisa melindungi tenda kemah dari angin laut. Tapi untuk urusan ini, Anda harus minta izin dulu ke pihak Pemerintah Desa.

Sebetulnya Pantai Kutang juga bisa saja digunakan untuk berkemah. Tapi Pantai Klayar lebih bagus bentang alamnya. Pasir putihnya lebih panjang, dan ada kawasan datar yang terlindung di belakang barisan bakau.

Kesesuaian Antara Foto dan Kenyataan

Ini hal yang sangat penting dipertimbangkan sebelum datang ke Pantai Klayar. Keindahan pantai sangat ditentukan oleh pasang surut air laut. Kalau Anda datang pada saat air laut sedang pasang, Pantai Klayar memang tampak sangat indah. Air laut sampai ke garis pantai tepat di bagian pasir putihnya. Pengunjung bisa nyebur ke air. Anak-anak bisa bermain di pasir. 

Tapi kalau Anda datang ke sini pada saat air laut sedang surut, pantai tidak begitu indah. Anda mungkin akan berkomentar, “Lah kok ngene?” 

Lalu kapan kita sebaiknya datang? Air laut setiap hari mengalami pasang surut. Faktornya banyak sekali: angin laut, arus laut, posisi bulan, musim, dsb. Pada umumnya pada pagi hari air surut, dan pada sore hari biasanya pasang. Memang tidak selalu begini tapi pada sore hari kemungkinan air pasang lebih besar daripada pagi hari. 

Pada bulan-bulan musim hujan, permukaan air laut biasanya lebih tinggi dari biasanya. Jadi paling bagus datang ke sini adalah pada bulan-bulan yang masuk musim hujan. Ombaknya memang sedikit besar tapi masih aman karena pantainya landai.

Walaupun Anda datang ke sini pada saat air surut, Anda tetap bisa bermain di sini bersama anak-anak. Ajak mereka mencari hewan dan tumbuhan pantai seperti anggur laut, kerang, udang, kepiting, dan kelomang (biasa kita sebut keong). Ini aktivitas yang tidak kalah asyik dibandingkan bermain pasir dan nyebur ke air.

Pantai Kutang agak sedikit berbeda. Walaupun kita datang pada saat air surut, kita tetap bisa menikmati pantai. Memang kita tidak bisa nyebur ke dalam air, tapi secara umum pantainya masih instagramable. Sebab memang di sini ada jembatan di atas air, gazebo, dan kontur pasir putihnya agak lebar buat bermain anak-anak.

Pantai Klayar vs Pantai Kutang Lamongan, Pilih Mana?

Di pesisir Lamongan, Pantai yang paling terkenal sejauh ini adalah Pantai Kutang di Desa Labuhan Kecamatan Brondong. Tapi sebetulnya ada pantai lain yang aslinya tidak kalah indah daripada Pantai Kutang, yakni Pantai Klayar di Paciran. Hanya saja Pantai Klayar atau Pantai Putri Klayar ini belum dikelola dengan baik sebagai tujuan wisata. Kalau Anda hendak berwisata pantai ke pesisir Lamongan, Anda bisa memasukkan Pantai Klayar ini sebagai alternatif Pantai Kutang. 

Keindahan Alam

Kalau Anda cuma melihat gambar kedua pantai ini di internet, maka Anda akan lebih mudah jatuh cinta ke Pantai Kutang. Sebab di sini ada banyak tempat untuk berfoto cantik. Mulai dari Jembatan Kutang sepanjang 450 meter yang membentang di atas air, Gazebo Cinta di sepanjang Jembatan Kutang, pantai landai yang berpasir dan bisa menjadi tempat bermain anak-anak, serta ayunan di atas air.

Pantai Kutang memang sudah didesain sebagai tujuan wisata. Bagian paling panjang dari pantai ini berupa mangrove (hutan bakau). Panjangnya beberapa kilometer. Bagian pantai yang berpasir halus sebetulnya hanya beberapa puluh meter. Hutan bakau ini praktis tidak bisa dinikmati pengunjung karena tidak ada akses jalannya. 

Pemerintah Desa kemudian membangun jembatan dari kayu sepanjang hampir setengah kilometer di atas air. Dari jembatan di laut ini, pengunjung bisa menikmati hutan bakau di pantai. Jembatan ini juga berfungsi sebagai jalan menuju bagian pantai yang berpasir putih. Tanpa jembatan buatan ini, Pantai Kutang sulit dinikmati oleh wisatawan.

Pantai Klayar sebetulnya juga mirip dengan Pantai Kutang. Di sini ada hutan bakau dan pantai berpasir putih. Bahkan, bagian garis pantai yang berpasir putih ini lebih panjang daripada di Pantai Kutang. Bisa digunakan sebagai arena balapan lari dengan anak-anak. Ini kelebihan Pantai Klayar dibanding Pantai Kutang.

Kelebihan lain, pantai pasir putih ini mudah dijangkau pengunjung. Tidak perlu harus melewati jembatan di laut lebih dulu. 

Tiket dan Fasilitas Wisata

Dalam hal fasilitas, Pantai Kutang jauh lebih baik daripada Pantai Klayar karena memang Pantai Kutang sudah dirancang sebagai tempat wisata. Tempat parkirnya luas, baik parkir mobil ataupun sepeda motor. Ada banyak penjual makanan dan minuman, baik di dalam tempat wisata maupun di dekat tempat parkir. Ada mushola, juga ada kamar mandi berbayar Rp 2 ribu di bagian pantai yang berpasir. Sehingga pengunjung yang selesai nyebur ke air laut bisa mandi dulu sebelum pulang.

Di bagian pantai yang berpasir ada banyak gazebo untuk duduk-duduk. Cocok buat pengunjung sekeluarga. Dari gazebo ini emak-emak bisa mengawasi anak-anak bermain pasir atau nyebur ke dalam air.

Di Pantai Klayar, fasilitas wisata masih sangat minim karena memang belum dirancang sebagai tempat wisata. Belum ada tempat khusus parkir. Memang sepeda motor bisa diparkir di dekat pantai. Tapi pengunjung yang datang dengan mobil masih akan kesulitan mencari tempat parkir.

Di sini hanya ada beberapa warung kecil penjual makanan dan minuman. Yang paling merepotkan, di sini belum ada toilet dan kamar mandi. Kalau sekadar badan kotor mungkin masih bisa mandi di rumah. Kebelet pipis mungkin bisa kencing di dalam air laut. Tapi kalau kebelet ngising, urusannya bisa celaka.

Tapi ini semua wajar karena memang Pantai Klayar bukan tempat wisata resmi. Tidak ada tiket masuknya. Sementara Pantai Kutang memang tempat wisata resmi. Tiket masuknya Rp5.000 per orang.

Akses Menuju Lokasi

Dua pantai ini beda kecamatan. Pantai Kutang di Desa Labuhan Kecamatan Brondong, pesisir barat. Sementara Pantai Klayar ada di Desa Klayar Kecamatan Paciran, pesisir bagian timur. Jaraknya cukup jauh. 

Kalau Anda datang dari arah Tuban atau arah Pucuk-Laren-Blimbing, lebih gampang datang ke Pantai Kutang. Jaraknya lebih dekat. Tapi kalau Anda datang dari arah Gresik atau Sukodadi-Karanggeneng-Drajat, lebih gampang datang ke Pantai Klayar. Jaraknya lebih dekat. 

Dari jalan Daendels, dua pantai ini jaraknya kira-kira sama. Sekitar 2 km. Anda yang mau berkemah di alam bisa datang ke dua pantai ini dengan naik angkutan umum. Dari Terminal Osowilangun Surabaya, Anda bisa naik bis mini warna hijau jurusan Tanjung Kodok, turun di Desa Klayar, lalu jalan kaki. 

Kalau mau ke Pantai Kutang, dari Tuban, Anda bisa naik angkutan L 300 dari Pasar Tuban ke arah Blimbing, turun di pertigaan menuju Desa Labuhan. Dari sini Anda bisa naik dokar menuju Desa Labuhan.

Pantai Putri Klayar, Google Maps klik di sini.

Pantai Kutang, Google Maps klik disini.

Pantai Kutang jauh dari mana-mana. Tapi Pantai Klayar lebih dekat ke tempat-tempat wisata di pesisir Lamongan. 

Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Goa Maharani dan Kebun Binatang Maharani (Mazola)

Makam Sunan Drajat

Masjid Sendang Dhuwur

Kafe Aola

Kafe Tebing

Tempat Berkemah

Jika yang Anda butuhkan adalah pantai untuk tempat acara siswa atau berkemah, maka Pantai Klayar lebih tepat. Di sini ada lokasi berpasir halus, tebat di belakang barisan bakau, persis di bibir pantai. Tempat ini bisa muat sampai belasan tenda. Bisa digunakan untuk berkemah ramai-ramai atau sendirian. Bakau bisa melindungi tenda kemah dari angin laut. Tapi untuk urusan ini, Anda harus minta izin dulu ke pihak Pemerintah Desa.

Sebetulnya Pantai Kutang juga bisa saja digunakan untuk berkemah. Tapi Pantai Klayar lebih bagus bentang alamnya. Pasir putihnya lebih panjang, dan ada kawasan datar yang terlindung di belakang barisan bakau.

Kesesuaian Antara Foto dan Kenyataan

Ini hal yang sangat penting dipertimbangkan sebelum datang ke Pantai Klayar. Keindahan pantai sangat ditentukan oleh pasang surut air laut. Kalau Anda datang pada saat air laut sedang pasang, Pantai Klayar memang tampak sangat indah. Air laut sampai ke garis pantai tepat di bagian pasir putihnya. Pengunjung bisa nyebur ke air. Anak-anak bisa bermain di pasir. 

Tapi kalau Anda datang ke sini pada saat air laut sedang surut, pantai tidak begitu indah. Anda mungkin akan berkomentar, “Lah kok ngene?” 

Lalu kapan kita sebaiknya datang? Air laut setiap hari mengalami pasang surut. Faktornya banyak sekali: angin laut, arus laut, posisi bulan, musim, dsb. Pada umumnya pada pagi hari air surut, dan pada sore hari biasanya pasang. Memang tidak selalu begini tapi pada sore hari kemungkinan air pasang lebih besar daripada pagi hari. 

Pada bulan-bulan musim hujan, permukaan air laut biasanya lebih tinggi dari biasanya. Jadi paling bagus datang ke sini adalah pada bulan-bulan yang masuk musim hujan. Ombaknya memang sedikit besar tapi masih aman karena pantainya landai.

Walaupun Anda datang ke sini pada saat air surut, Anda tetap bisa bermain di sini bersama anak-anak. Ajak mereka mencari hewan dan tumbuhan pantai seperti anggur laut, kerang, udang, kepiting, dan kelomang (biasa kita sebut keong). Ini aktivitas yang tidak kalah asyik dibandingkan bermain pasir dan nyebur ke air.

Pantai Kutang agak sedikit berbeda. Walaupun kita datang pada saat air surut, kita tetap bisa menikmati pantai. Memang kita tidak bisa nyebur ke dalam air, tapi secara umum pantainya masih instagramable. Sebab memang di sini ada jembatan di atas air, gazebo, dan kontur pasir putihnya agak lebar buat bermain anak-anak.

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Leave a Reply