pantai klayar kemantren

Seri Pantai di Lamongan (5): Pantai Putri Klayar

ALAM, WISATA
pantai klayar kemantren

UPDATE 2024:

Pada saat kami datang ke sini, Pantai Putri Klayar masih belum dikeola dengan baik. Sekarang pantai ini sudah ramah wisatawan. Kondisi pantai per Februari 2024 bisa dilihat di video Mutiara Firdausy di bawah ini.

Di sepanjang Pantura Lamongan, ada banyak pantai yang bisa dikunjungi wisatawan. Berturut-turut dari barat ke timur ada Pantai Joko Mursodo di Lohgung, Pantai Kutang di Labuhan, Pelabuhan Nasional di Brondong, Pantai Pengkolan dan Pantai Kafe Aola di Kandangsemangkon, Pantai Lorena di Penanjan, Pantai Tanjung Kodok di Paciran, Pantai Tunggul di Tunggul, Pantai Maldives (Kempala) di Kemantren, hingga Pantai Putri Klayar di Sidokelar, juga Kemantren. 

Pantai yang terakhir ini adalah pantai yang paling alami dan indah. Sangat layak dikunjungi. Pantai ini memang kalah populer dari Pantai Kutang, di Labuhan. Pantai Kutang sudah dikelola sebagai tempat wisata sehingga banyak fasilitasnya. Ada banyak spot foto selfie. Yang paling jelas tentu saja ada jembatan di atas air untuk tempat wisatawan berjalan dan menikmati pantai.

Di Pantai Klayar, tidak ada sama sekali fasilitas seperti ini. Pantai Klayar sebetulnya lebih indah dan lebih asri. Sayangnya, pantai ini belum dikelola sebagai tempat wisata. Tidak ada tiket masuk. Kita bebas keluar masuk. Bahkan parkir pun gratis.

Fasilitas di Pantai Klayar

Belum ada fasilitas wisata di sini. Tempat parkirnya hanya bisa untuk sepeda motor. Itu pun kapasitasnya belum banyak. Kalau kita datang ke sini mengendarai mobil, kita harus parkir menumpang di dekat rumah warga.  

Di sini juga tidak ada toilet. Kalau sekadar pipis terpaksa, urusannya mungkin tidak seberapa repot. Tapi kalau kebelet buang air besar di sini, urusannya memang agak repot. Sehabis nyebur ke air, kita juga tidak bisa mandi. Kalau kita mau mandi, paling mudah adalah mandi menumpang di masjid. 

Satu-satunya fasilitas wisata yang tersedia di sini adalah penjual minuman dan makanan ringan. Itu pun minuman dan makanan toko seperti snack anak kecil, mi instan, teh, Milo, dan sejenisnya. 

Garis pantai di sini cukup panjang. Pasirnya lembut sekali, seperti pasir di Pantai Delegan, Panceng, Gresik. Kalau air sedang pasang, pasir ini terendam air dan kita bisa bermain dengan anak-anak di dalam air. Tapi kalau air sedang surut, kita tidak bisa nyebur ke air karena dasar pantainya berupa lapisan batu karang. 

Sebagai alternatifnya, kalau air sedang surut, kita bisa mengajak anak-anak bermain mencari kelomang (yang biasanya kita sebut sebagai keong), kepiting, kerang, udang, rumput laut. Ini bagian yang paling menyenangkan buat anak-anak. Tapi sebelumnya, orangtua sebaiknya googling dulu agar bisa menjelaskan perbedaan kelomang dan keong. Ini pelajaran ilmu alam yang sangat menarik, yang bahkan orang tua pun banyak yang tidak tahu. 

Ini kelebihan Pasir Klayar yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain. Bahkan kalau kita menyusuri pantai lebih ke tengah laut, kita bisa bertemu dengan ubur-ubur. Tapi hewan yang satu ini jangan dipegang sebab bisa menyebabkan alergi. 

Pantai di desa ini letaknya cukup jauh dari permukiman penduduk. Tidak banyak sampah. Masih asri. Dekat dengan tambak. Hewan-hewan kecil masih mudah dijumpai di sini. Berbeda dari pantai-pantai lain yang dekat dengan permukiman dan banyak sampah. 

Di sini juga ada tempat agak tersembunyi yang dikelilingi tanaman bakau. Landai dan berpasir lembut. Sangat cocok digunakan sebagai tempat berkemah. 

Cara Menuju ke Pantai Klayar

Jika kita berangkat dari barat, pintu gapura menuju Pantai Klayar ada di sebelah timur Pom Bensin Kemantren. Paling gampang tentu saja berpedoman Google Maps. Namun, tanpa Google Maps pun pantai ini mudah dicari. Setelah POM bensin Kemantren, ada gapura Desa Sidokelar di sebelah utara jalan. Tinggal masuk. Lurus sampai tembus pantai. Pantai Klayar posisinya ada di sebelah timur jalan desa. 

Pantai Klayar BISA Tak Seindah Fotonya

Di Instagram atau Tiktok, foto-foto Pantai Klayar hampir semuanya indah-indah. Tapi jika Anda datang ke pantai ini di waktu yang tidak tepat, kondisi riilnya bisa jauh dari fotonya dan mengecewakan.

Memangnya ada waktu yang tidak tepat? Ada. Yaitu ketika air sedang surut jauh. Kalau Anda datang ke pantai ketika air sedang surut, tampilannya akan seperti ini, tidak seindah foto-foto di medsos.

Pantai yang sedang surut ini bisa mengecewakan kalau Anda berangkat dengan harapan bisa nyebur bermain air bersama anak-anak. Dasar pantai ini berupa lumpur hitam. Tidak bisa digunakan untuk bermain-main. Kena baju bisa kotor. Anak-anak hanya bisa bermain pasir.

Kapan air laut surut dan pasang?

Nah, ini bagian yang sulit diprediksi. Pasang surut air laut itu dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain angin laut, arus laut, musim, posisi bulan. Misalnya, ketika kami datang pada awal bulan Desember 2023 di pagi hari, pantai sedang surut jauh. Banyak pengunjung yang juga kecewa karena menyangka anak-anak bisa bermain di air.

Pada pagi hari, air surut jauh. Pada siang hari, air mulai pasang tapi pantai masih belum dipenuhi air laut. Pasir pantai baru terendam maksimal pada malam hari. Masalahnya, kita kan tidak mungkin berwisata malam-malam?

Pada puncak musim hujan, biasanya permukaan air lebih tinggi dengan ombak cukup besar. Warna air laut agak keruh. Sementara pada musim kemarau, ombak biasanya lebih kecil, air laut lebih bening.

Bahkan pada puncak musim kemarau, kita bisa panen anggur laut di pantai. Dompolan anggur laut ini tumbuh di lantai pantai yang berpasir lalu terseret ke pinggir pantai. Anggur laut ini sejenis rumput laut yang bisa langsung dimakan tanpa dimasak. Cukup dicuci dengan air panas atau air bersih, lalu dimakan dengan sambel pecel, sambel kacang, atau urap kelapa.

Apakah kita bisa bertanya ke pengelola wisata sebelum datang ke sini? Sayangnya, belum ada layanan ini, baik di Pantai Klayar maupun Pantai Kutang. Jadi kita tidak tahu apakah air sedang surut atau sedang pasang. Ringkasnya, untung-untungan.

Paling aman kita datang ke sini siang-siang. Walaupun permukaan air belum tinggi maksimal, setidaknya anak-anak sudah bisa nyebur ke air.

Atau, lebih gampang lagi, sebelum ke sini, silakan tanya kami lewat DM media sosial kami. Nanti kami akan mengecek pasang surut air laut buat Anda.

Saran Buat Pemerintah Desa

Tempat ini punya potensi sangat besar sebagai tempat wisata sekaligus tempat acara outdoor seperti berkemah. Akan lebih bagus jika pantai ini dikelola sebagai tempat wisata. Sama-sama untung. Wisatawan senang, Pemdes juga untung. Beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki:

  1. Tempat parkir. Wisatawan tak akan mempermasalahkan kalau harus membayar beberapa ribu rupiah. 
  2. Toilet. Wisatawan memerlukan toilet pada saat kebelet dan untuk mandi selesai nyebur ke air. Tak masalah harus membayar biaya toilet. Kebutuhan makan mungkin tidak begitu mendesak. Tapi kalau soal kebelet BAB, ini bisa membuat wisatawan mengalami trauma.
  3. Tiket masuk. Utuk tahap awal, tiket bisa dipatok beberapa ribu rupiah per orang. Maksimal sama dengan Pantai Kutang. 
  4. Tempat berkemah bisa dipromosikan buat para siswa sekolah untuk acara pecinta alam. Jika perlu, fasilitas pendukungnya perlu disediakan, misalnya parkir menginap dan persewaan tenda.
  5. Contact person. Ini penting buat orang luar yang hendak berkemah di sini. Kalau mereka langsung datang begitu saja tanpa izin dan berkemah di sini, tentu tidak etis. Akan lebih bagus kalau ada orang yang bisa dihubungi untuk minta izin berkemah. 
Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Leave a Reply