Belikopi, Duta Kopi Kekinian dari Lamongan

DIREKTORI, FEATURED, MEGILAN

Persela baru saja menggandeng sponsor baru, Belikopi. Bagi sebagian besar kita, berita ini mungkin biasa-biasa saja. Paling-paling kita bertanya, Belikopi ini perusahaan apa sih?

Dari namanya, kita sudah bisa menebak apa yang dijual perusahaan ini. Tapi itu tidak menarik. Yang lebih menarik adalah bahwa Belikopi merupakan perusahaan lokal Lamongan, lebih tepatnya dari Babat. Sponsor Persela yang lain seperti So Nice dan Extra Joss adalah perusahaan nasional dari luar Lamongan. 

Yang lebih menarik lagi, Belikopi adalah perusahaan rintisan. Secara resmi, merek Belikopi baru terdaftar tahun 2019.

Belikopi memang masih usaha baru, tapi sebagai sebuah grup perusahaan, induk usaha Belikopi sudah lama malang melintang lajur membujur di Lamongan dan sekitarnya. Banyak dari kita mungkin sudah pernah makan produknya.

Bisa menebak? Petunjuk: toko roti. 

Toko roti ini tersebar di beberapa kecamatan dan biasa menjadi isi berkat. Pilihannya banyak sekali. Semuanya enak. Tidak mengecewakan. Pokoknya jaminan mutu-lah.

Ya, betul: Lyly Bakery! Modal jaminan mutu inilah yang membuat toko roti Lyly menjadi jaringan toko roti terbesar di Lamongan. Dan ini pula yang menjadi modal Belikopi.

Direktur Belikopi, Fariz Julinar Maurisal, alumnus SMAN 2 Lamongan tahun 2000, adalah generasi kedua dari “Dinasti Lyly Bakery”, yang didirikan oleh Lilik Chusnaeni. 

Walaupun umurnya baru beberapa tahun, Belikopi sudah merambah banyak kota. Saat ini ada 60-an cabang, tak hanya di Lamongan atau Jawa Timur saja, tapi juga sampai Jawa Tengah. Bahkan rencananya Belikopi juga akan membuka cabang di Jakarta dan Bali. 

Keren!  Sebentar lagi, tak hanya pecel lele atau soto ayam yang menjadi duta kuliner Lamongan. 

Yang unik, walaupun cabangnya begitu banyak, Belikopi tidak menerapkan model waralaba. Jadi semua cabang itu dikelola langsung oleh PT Belikopi. 

Penasaran ‘kan dengan produknya?

Untuk mencicipi kopinya, kami mengunjungi kedai yang ada di Blimbing, Paciran, yang letaknya berseberangan dengan toko roti Lyly. 

Cabang ini baru dibuka bulan Agustus lalu. Waktu promo grand opening kemarin, antriannya mengular sampai bikin penasaran pengendara yang lewat. “Sakjane iki dodolan opo seh, kok sing tuku sampek koyok antri bantuan corona?”  

Menu Belikopi adalah jenis minuman kekinian. Bukan kopi-kopi dari berbagai daerah melainkan kopi dengan berbagai pilihan rasa: susu gula aren, cokelat, alpukat, matcha, teh susu, susu karamel, boba, dll. Makanannya cuma roti panggang aneka rasa: cokelat, naget, srikaya, keju, oreo, boba, dll. 

Sejak awal Belikopi memang didesain untuk menjadi perusahaan nasional yang akrab dengan generasi digital. Pemesanan bisa dilakukan lewat aplikasi Grab atau Whatsapp. Pembayaran bisa dengan aneka dompet digital seperti GoPay, Dana, LinkAja, Ovo, ShopeePay.

Gerai di Blimbing ini tidak begitu luas. Ada beberapa tempat duduk plus meja tapi tidak begitu lapang. Di masa pandemi seperti sekarang, nongkrong dan ngobrol berlama-lama tentu lebih aman di tempat terbuka.

Soal harga, kategorinya “wajar dan terjangkau”. Bahkan rombongan anak-anak SMP dan SMA pun banyak yang mampir ke sini. Ini mudah dipahami karena dengan Rp 11 ribu saja sudah bisa dapat minuman gaul seperti es milo boba. Tambah Rp 4 ribu sudah bisa dapat es plus roti panggang.

Roti panggangnya padat tapi empuk, mengenyangkan, dan bikin haus. Satu gelas minuman mungkin kurang. Soal roti, Lyly tentu jagonya.

Unsur utama yang menentukan rasa roti Lyly maupun Belikopi adalah aroma, bukan specialty coffee. Dalam urusan ini, Lyly sudah berpengalaman. Maka wajar Belikopi mudah cocok dengan selera kebanyakan orang dan cabangnya laris di mana-mana.

Soal rasa, standar jaminan mutu Lyly jelas tak akan menipu. Satu-satunya yang menipu kita adalah nama gerainya. Namanya Belikopi padahal ia Jualkopi. 

Ini seperti Cak Lontong. Namanya Lontong tapi salamnya Lemper.

lamonganpos
Author: lamonganpos

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini