Kafe Terakota Lamongan vs Kafe Aola Paciran

WISATA

Orang luar Lamongan banyak yang mencari informasi mengenai kedua kafe ini. Bahkan ada yang ingin tahu perbandingannya. 

Terakota dan Aola memang sama-sama sedang nge-hit di Lamongan. Tapi sebetulnya kedua kafe ini tidak bisa dibandingkan. Sebab Kafe Terakota ada di Lamongan Kota, sementara Kafe Aola ada di Kecamatan Paciran. Jarak keduanya cukup jauh, sekitar 1-1,5 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. 

Lamongan itu luas, Gaes.

Orang luar Lamongan mungkin mengira keduanya berdekatan sehingga pilihannya Aola ATAU Terakota. Padahal tidak demikian. 

Kalau yang dikunjungi adalah wilayah Lamongan utara, maka pilihannya adalah Kafe Aola atau Taman Kuliner Paciran. Terlalu jauh kalau harus ke Terakota.

Sebaliknya, kalau yang dikunjungi adalah Lamongan tengah, pilihannya adalah Terakota atau kafe dalam kota lainnya. Terlalu jauh ke Aola. 

Kami sudah pernah mengulas Aola di sini. Jka memang harus membandingkan keduanya, oke, review ini mungkin bisa membantu. 

  1. Terakota trendi, Aola family-friendly

Di Aola ada taman bermain untuk anak-anak. Ada pantai berpasir putih. Anak-anak bisa bermain pasir atau nyebur ke air. Bahkan sekarang ada wahana bianglala di sini. Anak-anak yang diajak ke sini bisa ketagihan. 

Kafe Terakota sulit didesain demikian karena lokasinya di tengah kota. Terakota adalah kafenya orang kota. Desainnya minimalis-artistik.

  1. Terakota instagrammable, Aola instagrammabler

Tidak bisa diingkari, sekarang aspek ke-Instagram-an selalu menjadi pertimbangan pertama jalan-jalan. Aola punya kelebihan ini. Lokasi tepi pantai dan lahan yang luas membuat Aola memang sangat Instagrammable. Bahkan sebetulnya bisa saja Aola didesain lebih artistik daripada yang sekarang.

Spot foto di Terakota memang tidak seunik Aola. Tapi untuk ukuran kafe tengah kota, Terakota sudah termasuk kategori recommended.

  1. Menu Aola ala pujasera, menu Terakota ala resto

Ini sebetulnya mudah dipahami karena memang Aola berada di wilayah pinggiran. Di sini kedai yang menjual makanan adalah pihak ketiga. Mereka menyewa kios ke Aola dan menjual makanan mereka sendiri. Maka harganya adalah harga sesuai standar mereka sendiri. Rata-rata hanya belasan ribu rupiah sudah dapat seporsi. 

Yang dikelola sendiri oleh Aola adalah kedai minuman. Minuman Aola tidak semuanya level kafe. Banyak juga minuman siap seduh yang harganya di bawah sepuluh ribu.

Jika dibandingkan dengan Aola, menu di Terakota memang lebih mahal. Tapi, lagi-lagi, perbandingan ini tidak adil karena lokasinya yang berbeda jauh. Harga minuman plus makanan di Terakota kira-kira mulai 50 ribu. 

Menu-menu Terakota lebih kosmopolitan dengan nama-nama Barat. Tidak seperti di Aola yang menunya level sempol ayam, pekpek, atau ayam goreng. 

  1. Aola semi-outdoor, Terakota Indoor

Aola berada di tepi pantai, anginnya kencang sekali, lokasinya luas, bangunan utamanya tidak berdinding. Lokasi seperti ini lebih menguntungkan di masa pandemi. Untuk meminimalkan resiko penularan Covid, pengunjung bisa memilih meja kursi di tempat terbuka.

Bangunan utama Terakota memang berdinding. Kurang menguntungkan di masa pandemi seperti sekarang. Tapi pengunjung bisa meminimalkan resiko penularan Covid dengan memilih meja outdoor atau rooftop di lantai dua. 

  1. Musik Aola hiburan, musik Terakota pertunjukan

Kedua kafe sama-sama menyajikan musik live. Kafe Aola bahkan sempat viral gara-gara menampilkan grup musik lokal, The Drunken Boys feat Baku Hantam. Tapi dalam hal musik ini, Terakota lebih berkelas. Tidak sekadar menghibur pengunjung, panggung musik di Terakota bahkan sering digunakan untuk mempromosikan karya baru musisi-musisi lokal.

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini