Paling Lengkap Tentang Lamongan

Iwak Sili, Lauk Khas Sego Boran yang Kian Langka

2 min read

Sebagian besar cah Lamongan generasi Tiktok sekarang mungkin tidak pernah melihat wujud hidup ikan ini langsung. Padahal ini adalah ikan legendaris yang menjadi ciri khas sego boran.

Sekarang sebagian besar penjual sego boran tidak lagi menyediakan lauk ikan sili. Harap maklum, ikan ini memang sudah jarang sekali ditemukan. Harganya juga mahal sekali. Sampai puluhan ribu sekilo. Jauh lebih mahal daripada daging ayam.

Berbeda dengan ikan-ikan air tawar lain yang banyak dibudidayakan, iwak sili (Mastacembelus sp) masih tergolong sulit dibudidayakan.

Foto Kahji Ajir Buronan Mertua

Beberapa karakter iwak sili:

  1. Karnivora (pemakan daging)

Ikan ini makan hewan lain seperti udang, kerang-kerangan, yuyu (kepiting air tawar), larva serangga, keluarga siput, dan ikan-ikan kecil.

  • Suka dengan perairan yang berlumpur

Dulu ikan ini juga mudah didapat di jublang linet (kolam lumpur) yang airnya mengering saat kemarau. Ketika ikan-ikan lain sudah tewas karena tidak bisa hidup di lumpur, ikan ini bersama iwak kutuk (ikan gabus) dan iwak lele, masih bisa bertahan hidup.

  • Suka tinggal di tempat yang ternaungi

Iwak sili tidak suka panas matahari langsung. Biasanya tinggal di bawah barongan (rumpun bambu). Pada awalnya ikut terbawa air banjir lalu tertinggal di jublang dan berkembang biak di sini.

Monggo, dulur-dulur ahli perikanan Lamongan, barangkali tertarik mengembangkan teknik budidaya iwak sili agar tidak punah. Daripada bikin penelitian yang mengawang-awang di udara, iwak sili lebih konkret.

Iwak conggah (lobster air tawar) sekarang juga sulit ditemukan di Bengawan Solo. Tapi kini sudah banyak yang membudidayakannya. Begitu juga iwak wagal (keluarga ikan patin).

Ikan sili mungkin lebih sulit dibudidayakan. Tapi bukan wong Lamongan kalau tidak suka tantangan. Budidaya iwak sili tidak ada apa-apanya dibandingkan perjalanan Joko Tingkir ke Pajang menyusuri Bengawan Solo sampai harus bertarung mengalahkan 40 ekor buaya…

Referensi:

  1. Kebiasaan Makan Ikan Tilan (Mastacembelus erythrotaenia, Bleeker 1850) di Sungai Musi.
  2. Kajian Morfologis dan Kelimpahan Ikan Sili (Famili : Mastacembelidae) di Sungai Seruai Desa Namu Suro Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
  3. Ikan Sili Nyaris Punah. Sains Kompas.
Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini

Boleh dikutip dengan menyebut LamonganPos.com | Newsphere by AF themes.
Share