Melon Hidroponik Prayoga, Tidak Manis Uang Kembali

ANEKA, ANEKA, DIREKTORI, WISATA

Beli melon di pasar pada umumnya untung-untungan. Kadang dapat yang manis, kadang sepoh. Harga melon, rasa timun.

Tapi di Dusun Penanjan, Desa Paciran, Anda bisa membeli melon bergaransi. Dijamin manis pol. Kalau tidak manis, jaminan uang kembali. Matoh tenan!

Pada musim kemarau, kemanisannya sekitar 17 briks. Briks adalah skala kemanisan. Angka 17 briks ini dalam ungkapan orang Lamongan adalah “legi nyer“. Pada musim hujan, briks agak turun tapi tetap manis, sekitar 14-15. Kemanisan sebesar ini masih kategori melon premium.

Pemilik kebun, Gigih Prayoga, berani memberi garansi karena melon ini ditanam di dalam rumah kaca (greenhouse) yang kondisinya benar-benar terkontrol. Nutrisi dialirkan lewat selang-selang hidroponik sehingga tanaman tidak kekurangan unsur hara.

Serangga sulit masuk sehingga tanaman tidak mudah penyakitan seperti melon pada umumnya yang ditanam di lahan terbuka. Sekadar diketahui, penyebab utama melon hambar adalah kondisi tanaman yang kena penyakit.

Ada beberapa jenis melon yang tersedia di sini. Melon hijau dan melon kuning, atau yang biasa disebut melon Apollo. Satu buah melon bobotnya sekitar 1-2 kg.

Melon ini dijual dengan sistem pesan dulu. Pembeli datang dengan janji lebih dulu. Harganya Rp 20 ribu sekilo. Cukup mahal jika dibandingkan dengan melon pada umumnya. Selain karena bergaransi, biaya produksi sistem hidroponik rumah kaca memang cukup tinggi.

Sebagai gambaran, untuk membuat rumah kaca dengan luas 15×10 meter saja butuh dana Rp 40 juta.

Kelebihan lain melon Prayoga adalah lebih sehat karena penggunaan pestisidanya sangat minimal. Tidak seperti di lahan terbuka yang harus sering disemprot pestisida karena tanaman mudah kena penyakit.

Namun, karena di sini hanya ada satu lahan rumah kaca, melon hanya tersedia pada saat panen. Sekali siklus tanam butuh waktu sekitar tiga bulan. Panen terakhir kemarin bulan Maret. Saat ini sedang tahap awal menanam lagi dan baru tersedia bulan Juni nanti.

https://youtu.be/CVbyjIkiB9E

Yang unik, Gigih Prayoga bukan sarjana pertanian melainkan sarjana teknik sipil lulusan Untag Surabaya. Selepas lulus tahun 2019, ia langsung terjun ke agrobisnis ini di awal 2020. Ia belajar hidroponik secara otodidaktik dari Google dan Youtube.

Cah Lamongan memang pinter-pinter.

Jika Anda berminat mencicipi melon premium made in Penanjan ini, silakan hubungi pemilik kebun. Bisa tanya-tanya juga. Gratis.

Kalau ingin serius belajar hidroponik, Anda juga bisa magang dan belajar privat di sini sampai lulus dan bisa bikin kebun sendiri. Tentu saja tidak gratis.

Melon PrayogaDusun Penanjan, Desa/Kecamatan Paciran, sebelah barat Wisata Bahari Lamongan
Google Mapsklik di sini
Cari Penanjan Paciran, masuk lewat gapura, lihat video di bawah
Telp/WA085730009567
Facebookfacebook.com/yoga.avenged.37
InstagramLadang Prayoga
  
lamonganpos
Author: lamonganpos

Redaksi LamonganPos

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini