Paling Lengkap Tentang Lamongan

Jual Cabe Murah di Lamongan… Tapi Boong

2 min read

Hari ini harga cabe lebih mahal daripada harga daging sapi. Orang kota yang tidak mengerti daun cabe puret mungkin heran, bagaimana harganya bisa semahal itu?

Cabe memang komoditas pertanian yang sulit dikendalikan. Produksinya sangat dipengaruhi oleh faktor alam.

Pada saat musim hujan terus-terusan seperti sekarang, banyak kebun cabe diserang penyakit. Maka produksinya turun drastis. Lalu sesuai hukum ekonomi: suplai anjlok, harga nanjak. Satu kilogram bisa sampai Rp 100 ribu.

Memang ada sebagian kecil petani yang untung besar. Tapi sebetulnya sebagian besar mereka buntung besar karena gagal panen.

Sebaliknya pada musim hangat, cabe mudah sekali berbuah. Bahkan tidak dirawat sama sekali pun tetap berbuah lebat. Lalu hukum ekonomi kembali berlaku: suplai melimpah, harga kelewat murah.

Saking murahnya, biaya memetik cabe saja lebih mahal daripada harga jualnya. Kenapa begitu?

Cabe buahnya kecil-kecil, memetiknya harus telaten, satu-satu. Petani biasanya mempekerjakan buruh petik. Ongkos membayar buruh ini saja tidak bisa ditutupi dengan hasil penjualan cabe.

Itu sebabnya pada musim cabe murah, banyak petani membiarkan begitu saja cabenya mengering di lahan. Itu adalah saat-saat nelangsa para petani. Bekerja keras selama berbulan-bulan tanpa hasil sama sekali.

Sejauh ini memang tidak ada solusinya. Tidak seperti beras yang masih bisa disimpan beberapa bulan, cabe cepat sekali membusuk.

Ada yang mengusulkan kita membiasakan diri mengonsumsi cabe kering. Masalahnya adalah rasanya yang tidak enak. Tidak seperti cabe segar. Coba saja bikin sambal pakai cabe bubuk. Rasanya aneh. Bubuk cabe hanya sesuai untuk industri macam Bon Cabe.

Kalaupun ada solusi pengolahan cabe, itu sudah di luar kemampuan petani. Harus skala program pemerintah.

Misalnya, pada saat panen raya, cabe dibeli semacam Bulog lalu langsung diekstrak kapsaisinnya (zat pedasnya). Kapsaisin ini bisa disimpan lama untuk digunakan di industri farmasi atau makanan.

Selama solusi pengolahan cabe belum ada, maka sepanjang tahun fluktuasi pedas cabe akan menyengat penyuka pedas maupun petani.

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini

Boleh dikutip dengan menyebut LamonganPos.com | Newsphere by AF themes.
Share