Lamongan Jangan Jadi Penyebar Hoaks, Ngisin-ngisini

Akhir tahun kemarin, orang Paciran ditangkap polisi gara-gara bikin hoaks tentang larangan pergi ke Malang karena kota ini dinyatakan sebagai zona hitam Covid-19. Mungkin maksudnya baik, untuk mencegah orang ketularan Covid-19. Di masa pandemi ini, kita semua memang dianjurkan untuk mengurangi perjalanan luar kota.

Tidak hanya Malang atau Surabaya, Lamongan pun sebetulnya sudah harus siaga satu menghadapi penyebaran Covid-19. Tapi masalahnya, Abdul  Cholik, orang Sendangagung yang diciduk polisi itu, membuat berita bohong, apalagi mengatakan imbauan itu berasal dari Kapolresta Malang.

Mungkin dia cuma bermaksud guyon, tapi guyon seperti ini jelas tidak bermutu. Juga berbahaya. Seperti kurang kerjaan saja.

Belum lama kasus ini selesai, warga Lamongan dihebohkan lagi oleh video viral seekor harimau di hutan jati. Disertai spekulasi harimau itu berada di hutan jati Solokuro.

Dengan logika paling sederhana saja, kita bisa memastikan spekulasi itu konyol sekali. Kelihatan jelas cuma cari sensasi. Dari mana harimau itu berasal? Harimau jawa sudah dinyatakan punah lama sekali. Di hutan asli di pegununungan saja tidak ada, mana mungkin ada di Solokuro yang cuma punya hutan jati seuprit.

Sudah jelas spekulasi ini konyol. Lebih konyol lagi yang menyebarkannya di medsos.

Video ini jelas berbeda dengan video yang sama-sama viral tahun lalu, yang memperlihatkan seekor harimau kurus di Kebun Binatang Maharani (Mazola). Video itu memang asli. Direkam dari atas. Yang pernah ke Mazola tentu tahu posisi pengunjung kalau melihat harimau dan singa. Setelah video ini beredar luas, pihak Mazola akhirnya membuat klarifikasi.

Ini jenis video yang bermutu. Yang melaporkan kondisi nyata di lapangan. Ini adalah bentuk baru laporan warga di era digital. Kita semua pun bisa melakukannya. Terutama yang berkaitan dengan layanan publik.

Ambil contoh, di jalanan Pantura banyak jalanan berlubang yang sering menyebabkan kecelakaan. Kita bisa merekamnya lalu melaporkan ke akun medos lembaga pemerintahan Lamongan atau portal-portal berita tentang Lamongan, misalnya LamonganPos.com/

Itu lebih bermutu. Dan tentu saja lebih bermanfaat untuk sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *