Belajar Pertanian di Besur Agro Wisata

ALAM, WISATA

Pertanian selalu identik dengan hal-hal yang kotor, dari penanamannya hingga panennya. Namun mindset Anda akan berubah jika melihat pertanian di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Di lahan sawah Desa Besur yang luasnya kurang lebih 2 hektare itu tumbuh berbagai macam bunga, buah, dan sayur-sayuran. Misalnya bunga matahari, bunga keningkir, bunga kertas, bunga dahlia, dll. Sedangkan untuk buah dan sayur-sayurannya, ada buah melon, buah semangka, bawang merah, lombok, tomat, sawi, terong, kangkung, labu, dan tanaman lainnya.

IMG_20181110_104447

Warga sekitar menyebutnya Besur Agro Wisata yang berbasis Manajemen Tanaman Sehat. Tentu dari namanya semua jenis tanaman pangan di sini menggunakan pupuk organik, tanpa menggunakan bahan kimia alias 0% bahan kimia. Besur Argo Wisata ini model wisata baru dan menjadi yang pertama di Lamongan.

Khamim, salah satu pengagas terwujudnya Besur Agro Wisata menjelaskan, untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pengolahan sawah dimulai saat 16 Mei 2016, kemudian penanaman bunga-bunga dan tanaman pangan dimuali saat Bulan Juli 2018.

“Untuk peresmiannya, kami tidak meresmikan secara langsung, tapi kami menyebutnya puncak acaranya ialah saat seminar dan pelatihan gelar teknologi perlindungan tanaman 2018 pada tanggal 30-31 Oktober 2018,” tuturnya.

IMG_20181110_1121151

Seminarnya itu bukan hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh pertanian dari Jawa Timur, tapi juga dari seluruh Indonesia. Ada yang berasal dari Jawa Barat dan Kalimantan.

“Untuk seminar kami menggundang 1.500 orang dari seluruh Indonesia dan ternyata membludak hingga 5.000 orang,” imbuhnya.

Dipilihnya Desa Besur bukan tanpa alasan, karena masyarakat dan pertanian Desa Besur sangat mendukung. Apalagi desa itu dekat dengan Pasar Agro Babat, yang notabene pasar banyak menjual sayur-sayuran dan buah-buahan. Rencananya Besur Agro Wisata ini ingin menjadi pemasok buat Pasar Agro Babat.

“Seluruh luas sawahnya adalah 4.5 hektare, namun baru 2 hektare yang kami kelola. Rencananya kami ingin kembali lagi mengelola sebagian sawah yang belum terolah. Tentu dengan sedikit demi sedikit,” imbuhnya.

Rencananya sebagian sawah yang belum terolah akan ditambah peternakan juga, seperti sapi perah, kambing, dan kelinci. Pengelolahan tanaman bunga dan tanaman pangan dilakukan oleh warga setempat.

Desa Besur bekerja sama dengan Dinas Pertanian Jawa Timur sehingga terbentuknya Besur Agro Wisata. Anda juga bisa langsung membeli buah-buahan dan sayur-sayuran yang sudah matang di Saung Sinau. Saung Sinau adalah tempat informasi untuk bertanya-tanya soal pertanian di Besur Argo Wisata. Saung sendiri adalah persamaan dari kata sanggar (dalam dunia tari) atau dapat diartikan sebagai bangunan kecil seperti rumah namun diperkhususkan untuk dunia pertanian.

IMG_20181110_1124341

Bagi anda yang suka hiburan bernyanyi, di Saung Sinau juga disediakan tempat untuk berkaraoke sekadar untuk menghibur para penggunjung.

Pengunjung yang berdatangan di tempat wisata pun banyak. Saat hari biasa bisa antara 500-700 pengunjung setiap harinya. Untuk weekend bisa sampai ribuan lebih orang yang berkunjung setiap harinya.

Anda yang ingin memanjakan mata di Besur Agro Wisata ini cukup membayar Rp 2.000 untuk tiket masuk setiap orangnya. Anda juga bisa mengabadikan setiap momen dengan kamera telepon selular.

Desa ini tidak sulit untuk dicari. Dari Jalan Raya Lamongan-Babat, jalan masuk menuju desa ini berada di Desa Gembong, Babat, tepatnya di sebelah SMPN 3 Babat. Desa Besur berjarak sekitar 3 km ke arah utara dari jalan nasional itu.

lamonganpos
Author: lamonganpos

Redaksi LamonganPos

Silakan bagikan, klik ikon di bawah

Bagikan pendapat Anda di sini